Cara Membuat Blog dengan WordPress.org [Hosting Sendiri]

Cara Membuat Blog dengan WordPress.org [Hosting Sendiri] | tirailangit.com – WordPress.org merupakan CMS yang sangat powerfull dan juga gratis, meskipun kamu tetap harus keluar biaya menyewa hosting dan domain untuk menampung file-file dari CMS wordpress.org ini.

Kekurangan WordPress.org

  1. Harus di-maintenance sendiri misalnya untuk meng-update, memblokir spam dan mengoptimasi blog;.

Kelebihan WordPress.org

  1. Bebas, kamu punya hak penuh atas blog mulai dari database serta berkas-berkas pendukung untuk membangun sebuah blog sehingga bisa kamu backup dan pindahkan sesuka hati;
  2. Bisa mengganti atau mengkustomisasi theme yang banyak tersedia baik yang gratis maupun berbayar;
  3. Bisa memasang plugin apapun, tinggal unduh dan install saja mulai dari yang gratisan maupun berbayar;
  4. Bebas memasang iklan dari Google Adsense;
  5. Memiliki cPanel, jadi kamu bebas mengakses data blog melalui cPanel atau filezilla, mengunggah javascript, MP3, gambar, video, dll;
  6. Menggunakan domain sendiri, otomatis nama domain-nya sesuai pilihan tanpa embel-embel .wordpress.com

Cara Membuat Blog dengan WordPress.org [Hosting Sendiri]

Cara Membuat Blog dengan WordPress

1. Membeli Nama Domain dan Hosting

Sebelum membuat blog menggunakan WordPress, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membeli domain dan menyewa hosting.

Kalau masih belum paham apa itu domain dan hosting, akan saya sampaikan bahasa sederhananya saja.

  • Domain adalah alamat blog, contohnya blog ini, nama domainnya www.tirailangit.com; sementara
  • Hosting adalah tempat menampung files dan database dari blog. Katakanlah semacam hardisk yang disimpan pada server dimana kita menyewa jasa hosting.

Rekomendasi saya gunakan niagahoster.co.id, dengan harga yang lebih murah sudah dapat domain gratis, hosting unlimited dan SSL gratis selamanya.

Sebelum membeli domain, baca dulu artikel 8 Tips Memilih Nama Domain yang Bagus untuk Blog/Website.

Jika sudah memiliki domain dan hosting, kamu akan mendapatkan akun untuk masuk ke cPanel. Pada cPanel inilah nantinya kamu memasang dan mengelola berkas-berkas WordPress beserta database-nya.


2. Cara Meng-install WordPress Di cPanel

cPanel adalah web hosting control panel yang paling populer di dunia. Fasilitas ini memudahkan pemilik account hosting untuk mengatur seluruh fasilitas web hosting miliknya.

Melalui cPanel, kamu bisa mengelola berbagai fasilitas hosting, diantaranya :

  • Mengelola e-mail;
  • Mengunggah berkas-berkas blog;
  • Membuat dan mengunggah database;
  • Melihat statistik penggunaan sumber saya blog; dan
  • Masih banyak fungsi lainnya.

Cara memasang wordpress melalui cPanel sebenarnya ada 2 cara, yaitu :

  1. Menggunakan Softaculous; dan
  2. Cara manual.

Namun saya lebih suka dengan cara manual, berasa lebih greget dan puas. 🙂

Langkah-langkah :

  1. Upload file WordPress ke Hosting;
  2. Membuat Database di cPanel;
  3. Meng-install dan mengkonfigurasi WordPress;

a. Upload File WordPress Ke Hosting

  1. Unduh file CMS WordPress di sini;
  2. Setelah selesai, login ke cPanel (akses alamat www.namadomain.com/cpanel atau cpanel.namadomain.com);
  3. Pilih File Manager;
    Upload File WordPress ke Hosting
    .. jangan bingung, tool ini sama fungsinya seperti Windows Explorer;
  4. Agar bisa berjalan dengan normal, file WordPress harus diletakkan pada folder /public_html;
    Upload File WordPress ke Hosting
  5. Jadi, buka folder /public_html kemudian unggah file wordpress.zip (jangan diekstrak) ke folder ini. Klik Upload, kemudian arahkan ke file wordpress.zip yang telah kamu unduh tadi;
    Upload File WordPress ke Hosting
  6. Setelah selesai, klik file wordpress.zip kemudian Extract;
    Upload File WordPress ke Hosting
  7. Pastikan tempat ekstrak berada di /public_html,
    Upload File WordPress ke Hosting
  8. Hasil ekstrak akan membentuk folder “wordpress”, jadi pindahkan isi folder tersebut ke public_html. Caranya, pilih Select All » Move, arahkan ke direktori /public_html dengan menghapus tulisan “wordpress” kemudian kilk Move File(s);
    Lihat gambar :
    Upload File WordPress ke Hosting
  9. Jadi intinya berkas-berkas CMS WordPress harus berada di public_html bukan public_html/wordpress;
    Upload File WordPress ke Hosting

Setelah selesai mengunggah dan mengektrak file WordPress, selanjutnya membuat database.

b. Cara Membuat Database di cPanel

  1. Masih di cPanel, pilih MySQL® Database Wizard;
    Cara Membuat Database di cPanel
  2. Buat nama database (New Database), boleh apa saja misalnya k287541_eg, selanjutnya catat nama database di Notepad agar tidak lupa;
  3. Kemudian klik Next Step,
    Cara Membuat Database di cPanel
  4. Buat Username, bebas apa saja sesuai keinginan;
    Cara Membuat Database di cPanel
  5. Selanjutnya Password. Untuk pengisian password, sebenarnya ada 2 cara yaitu dengan mengisi sendiri password atau menggunakan bantuan Password Generator. Jika ingin menggunakan password sendiri, langsung saja ketikkan password pada isian Password. Saya lebih suka menggunakan Password Generator agar mendapatkan password yang sangat kuat.
  6. Caranya, klik Password Generator. Setelah mendapatkan password, jangan lupa simpan ke Notepad karena akan dibutuhkan saat instalasi WordPress. Centang “I have copied this password in a safe place”, kemudian Use Password;
    Cara Membuat Database di cPanel
  7. Kekuatan password bisa dilihat di indikator Strength. Jika password yang digunakan kuat, akan muncul tulisan Very Strong, jika lemah akan muncul tulisan Weak atau Very Weak. Jika sudah, klik Create User;
    Cara Membuat Database di cPanel
  8. Centang All Privilages untuk memberikan akses penuh ke database yang kamu buat, kemudian klik Next Step;
    Cara Membuat Database di cPanel

Sampai tahap ini proses pembuatan database selesai.

Setelah selesai membuat database, langkah selanjutnya adalah instalasi dan mengkonfigurasi blog.

3. Cara Meng-install dan Mengkonfigurasi WordPress

  1. Buka browser, kemudian akses blog hingga muncul tampilan seperti gambar berikut :
    Cara Menginstall dan Mengkonfigurasi WordPress
  2. Pilih bahasa, kemudian Lanjutkan;
  3. Pada tutorial ini saya memilih Bahasa Indonesia, bagi yang menggunakan Bahasa Inggris silahkan menyesuaikan. Selanjutnya klik Ayo! (Let’s go);
    Cara Meng-install dan Mengkonfigurasi WordPress
  4. Selanjutnya pengisian nama database, username dan password.
    Cara Meng-install dan Mengkonfigurasi WordPress
  5. Isi kolom di atas sebagai berikut :
    • Nama Basis Data » nama database yang telah kamu buat sebelumnya;
    • Nama Pengguna » username yang telah kamu buat sebelumnya;
    • Sandi » password database yang telah kamu buat sebelumnya;
    • Host Basis Data » abaikan, biasanya terisi otomatis localhost;
    • Prefik Tabel » merupakan nama awalan setiap tabel yang ada di dalam database, sebaiknya ganti sesuai keinginanmu, misalnya xx_, jangan wp_ agar menyulitkan hacker meretas blog karena prefik wp_ terlalu umum.
  6. Setelah selesai, kemudian klik Kirim.
  7. Jika pengisian benar dan berhasil terkoneksi ke database, akan muncul tampilan berikut ini :
    Cara Meng-install dan Mengkonfigurasi WordPress
  8. Jika tidak, berarti pengisian nama database, username atau password masih salah. Koreksi terlebih dahulu, mungkin ada salah pengetikan.
  9. Setelah berhasil, klik tombol Jalankan instalasi, selanjutnya isi data blog:
    Cara Meng-install dan Mengkonfigurasi WordPress
    • Judul Blog (Site Title) » Judul Blog;
    • Nama Pengguna (Username) » Nama pengguna saat login ke halaman admin blog, buat user sesuai keinginan, jangan diisi admin karena terlalu umum sehingga mudah diserang hacker;
    • Sandi (Password) » Ingat, password ini berbeda dengan password yang diperoleh sebelumnya dari Password Generator.
      • Ini adalah password untuk login ke halaman Dashboard admin, sementara password sebelumnya adalah password untuk terkoneksi ke database;
      • Catat password tersebut ke tempat yang aman;
    • Email Anda (Your Email) » Isi dengan alamat email kamu dan jangan isi sembarangan karena email ini bermanfaat untuk proses reset password apabila lupa kata sandi untuk masuk ke halaman admin;
    • Penampakan pada Mesin Pencari (Search Engine Visibility) » Saya merekomendasikan untuk mencentang pilihan ini sampai blog sudah benar-benar siap dipublikasikan. Selama pilihan ini tercentang, artinya Google tidak bisa mengindeks blog kamu;
  10. Jika sudah, klik Instal WordPress;
  11. Sampai pada tahap ini, instalasi wordpress telah selesai.

Kamu akan dihadapkan pada halaman Dashboard admin seperti berikut :

Cara Meng-install dan Mengkonfigurasi WordPress

You’re ready to rock..!

4. Pengaturan Blog

Setelah selesai memasang WordPress, langkah berikutnya adalah melakukan pengaturan blog.

a. URL

Atur URL blog melalui Pengaturan (Settings) » General (Umum).

Pengaturan Blog
  • Site Title » Judul atau identitas blog;
  • Tagline » Berisi deskripsi singkat tentang blog kamu;
  • WordPress Address (URL) dan Site Address (URL) » alamat blog kamu.

Secara default, pengaturan URL di WordPress tidak menggunakan WWW, jika ingin menggunakan WWW sebelum nama domain, tambahkan WWW pada WordPress Address (URL) dan Site Address (URL).

Pengaturan selanjutnya adalah pemilihan bahasa dan zona waktu.

Pengaturan Blog

Pilih Bahasa Situs sesuai bahasa keinginan dan ganti Zona waktu sesuai dengan zona di mana kamu berada.

Jika sudah, Simpan Perubahan.

b. Permalink

Permalink adalah struktur link setiap artikel.

Secara default, permalik wordpress sangat tidak SEO friendly seperti ini » http://namadomain/?p=123,

..jadi kamu harus mengubah strukturnya.

Masuk ke Pengaturan (Settings) » Permalink (Permalinks)

Pengaturan Blog
  • Tanggal dan nama (Month and name) » Tipe ini akan memunculkan tahun dan bulan pada link artikel, mirip seperti platfrom blogspot. Pilih tipe ini jika blog berisi tentang artikel yang sifatnya berlaku hanya sementara, misalnya blog tentang berita atau cocok juga untuk blog catatan pribadi;
  • Nama tulisan (Post name) » Pilih tipe ini jika ingin link artikel tidak disertai kategori. Cocok untuk blog dengan satu niche, bukan blog gado-gado.
    • Contoh link : https://www.tirailangit.com/cara-membuat-blog-wordpress/;
  • Struktur tersuai (Custom Structure) » Pilih tipe ini jika ingin link sesuai struktur yang kamu inginkan. Isi dengan kode /%category%/%postname%/ agar setiap link artikel mengandung kategori. Cocok untuk tipe blog gado-gado yang berisi berbagai jenis kategori.
    • Contoh link : https://tirailangit.com/blog/cara-daftar-adsense/;

Ketiga aturan permalink di atas hanya saran saja, tidak meski diikutin asal jangan menggunakan struktur permalink default WordPress.

Jika sudah, klik Simpan Perubahan.

c. Tema (Themes)

Tema adalah tampilan dari sebuah blog. Tema WordPress banyak tersedia di internet baik yang versi gratisan maupun berbayar.

Untuk mengubah tema, masuk ke menu Tampilan (Appearance) » Tema (Themes) » Tambahkan Baru (Add New);

Pengaturan Blog

Tersedia banyak tema yang bisa kamu pilih secara gratis atau kamu juga bisa mengunduh tema yang tersedia di internet.

Rekomendasi tema dari saya :

Versi gratis :

Versi berbayar :

Silahkan unduh kemudian unggah menggunakan tombol Unggah Tema.

d. Halaman Depan

Halaman depan atau Beranda pada WordPress terdiri dari 2 jenis, yaitu :

  • Statis dan;
  • Dinamis.

Jika ingin artikel terbaru berada pada paling atas halaman Beranda blog, seperti halaman blog pada umumnya, pilih Dinamis (Your latest posts). Tapi jika tidak, pilih Statis (A static page).

Halaman statis biasa digunakan untuk blog yang menggunakan halaman depan dengan Page, biasanya blog dengan jenis magazine.

Akses melalui menu Pengaturan (Settings) » Membaca (Reading);

Pengaturan Blog

Selanjutnya atur juga berapa banyak artikel yang tampil pada halaman depan blog.

Pengaturan Blog

Sampai pada tahap ini, pengaturan standar WordPress telah selesai.

5. Cara Install Plugin

Plugin merupakan tool yang berfungsi untuk memaksimalkan fungsi dari blog. Meski sangat bermanfaat, pastikan hanya menggunakan plugin yang benar-benar dibutuhkan. Jika terlalu banyak plugin bisa menyebabkan blog kamu menjadi lemot.

Daftar plugin rekomendasi saya :

  • Jetpack » Untuk memonitor statistik pengunjung, mem-posting artikel melalui aplikasi Android ataupun iOS, membuat related posts dan social sharing, membagikan artikel secara otomatis ke berbagai media media sosial dan masih banyak lainnya;
  • Askimet » Untuk memblokir spam;
  • Yoast SEO » Untuk membantu optimasi SEO on Page;
  • WP Super Cache » Untuk mempercepat loading blog;
  • WP-Optimize » Untuk mengoptimasi database blog karena setiap melakukan perubahan atau revisi artikel, data sebelum perubahan tetap tersimpan di database. Hal ini membuat ukuran database menjadi besar dan tidak efisien;
  • Ad Inserter » Untuk memonetisasi blog dengan Adsense atau periklanan lainnya;
  • UpdraftPlus » Untuk membackup blog secara otomatis dan terjadwal ke Dropbox ataupun Google Drive;
  • Contact Form 7 » Untuk membuat form kontak seperti kontak saya;
  • Q2W3 Fixed Widget (opsional) » Untuk membuat widget seperti halaman media sosial atau iklan tetap sticky atau mengambang.

Pasang plugin melalui menu Plugin (Plugins) » Tambah Baru (Add New).

Pengaturan Blog
  1. Unggah plugin » Tombol untuk mengunggah plugin yang diunduh di internet;
  2. Cari plugin.. » Kolom untuk mencari plugin;
  3. Nama plugin » Cukup jelas;
  4. Instal Sekarang » Tombol untuk memasang plugin.

Setelah plugin terpasang, klik Aktifkan untuk mengaktifkan plugin.

6. Menu-Menu pada Admin WordPress

Sebelum lebih jauh menggunakan WordPress.org, kenali dulu menu-menu yang terdapat pada halaman admin WordPress.

  • Dasbor (Dashboard);
  • Pos (Post);
  • Media;
  • Laman (Pages);
  • Komentar (Comments);
  • Tampilan (Appearance);
  • Plugin (Plugins);
  • Pengguna (Users);
  • Perkakas (Tools);
  • Pengaturan (Settings).

a. Dasbor (Dashboard)

Dashboard adalah halaman Beranda pada admin.

Halaman ini berisi :

  • Selayang Pandang (jumlah pos, laman dan komentar);
  • Aktifitas (artikel yang baru diterbitkan);
  • Komentar Terbaru;
  • Statistik Blog (jumlah pengunjung blog perhari);
  • Draf Cepat (menulis artikel dengan cepat); serta
  • Acara dan Berita WordPress.

Pada halaman ini juga terdapat submenu Pembaharuan (Update), dimana berisi informasi tentang plugin atau tema yang mendapatkan update terbaru.

b. Pos (Post)

Pos atau Post berisi daftar seluruh artikel yang telah diterbitkan, masih dalam konsep, serta artikel yang telah dihapus.

Menu-Menu pada Admin WordPress

Sebelum menulis artikel baru, sebaiknya tentukan dulu kategori apa saja yang ada pada blog kamu.

b.1. Menambah Kategori.

Sesuai namanya, kategori digunakan untuk membagi post ke dalam kategori tertentu.

Misalnya saya punya sebuah blog yang berisi tentang Teknologi selanjutnya tema ini saya bagi menjadi beberapa kategori seperti :

  • Smartphone;
  • Windows; dan
  • Mac OS.

.. sehingga pengunjung yang ingin membaca artikel tentang smartphone, bisa masuk ke kategori Smartphone, demikian seterusnya.

Selain kategori, kamu juga bisa membuat sub-sub kategori yang lebih spesifik lagi misalnya di dalam kategori Smartphone, tambahkan sub kategori :

  • Android;
  • iOS; dan
  • Windows Phone.

Sebuah post bisa dimasukkan ke lebih dari satu kategori, tapi kamu tidak bisa membuat post tanpa memilih salah satu kategori, jadi Kategori sifatnya wajib.

Masuk melalui Pos (Post) » Kategori (Category)

Menu-Menu pada Admin WordPress
  1. Nama » nama kategori;
  2. Slug » url kategori, bisa dikosongkan sehingga URL sama persis dengan nama kategori, atau juga bisa diisi manual sesuai keinginan;
  3. Kategori induk » jika kategori yang kamu buat merupakan kategori induk, biarkan pilihan Tidak ada, tapi jika kategori yang sedang kamu buat merupakan sub kategori, pilih kategori induk di sini;
  4. Deskripsi » gambaran singkat tentang kategori yang sedang kamu buat;
  5. Tambah Kategori Baru » tombol untuk menyimpan kategori yang telah dibuat.

Setelah selesai membuat beberapa kategori, selanjutnya mulai menulis artikel.

b.2. Menulis Artikel Baru.

Klik Tambah Baru (New Posts) untuk menuliskan artikel baru.

Menu-Menu pada Admin WordPress
  1. Judul artikel » Disini kamu menuliskan judul artikel dari postingan;
  2. Tambahkan Media » Tombol untuk menambahkan gambar ke dalam postingan;
  3. Toolbar » Toolbar untuk membuat cetak tebal, miring, kemudian penomoran, rata tengah, kanan dan kiri, menambahkan link dan lainnya. Kalau sudah terbiasa dengan Ms. Word, tentunya sudah paham penggunaan toolbar ini.
  4. Isi artikel » Bagian menulis isi dari artikel;
  5. Pratinjau » Melihat hasil postingan sebelum diterbitkan;
  6. Terbitkan » Tombol untuk menerbitkan artikel.

Pada bagian sisi kanan, terdapat beberapa kotak pengisian untuk :

  • Kategori;
  • Tag; dan
  • Gambar unggulan (Featured Image).
Menu-Menu pada Admin WordPress

Kategori berisikan daftar kategori yang telah kamu buat sebelumnya. Centang pilihan kategori yang sesuai dengan artikel yang sedang kamu tulis.

b.3. Tag

Tag digunakan untuk menandai artikel menjadi topik-topik tertentu.

Topik dalam Tag ini sifatnya lebih spesifik. Misalnya sebuah artikel termasuk kategori Android, artikel yang dibahas tentang Xiaomi, maka kamu bisa menambahkan Tag Xiaomi pada isian Tag.

Menu-Menu pada Admin WordPress

Sama seperti kategori, tujuan dari Tag adalah untuk mempermudah pengunjung menjelajahi blog.

Sebuah artikel juga bisa diberikan tag lebih dari satu namun Tag sifatnya tidak wajib seperti kategori. Tag juga berfungsi untuk membuat artikel terkait berdasarkan Tag, selain berdasarkan kategori.

Ketik tag pada kolom kemudian klik Tambah untuk menambahkan Tag.

Contoh pada gambar di atas, saya menambahkan tag panduan blog.

Gambar Unggulan » mengunggah gambar yang akan dijadikan featured image pada artikel.

Menu-Menu pada Admin WordPress

Klik Tetapkan gambar unggulan, kemudian Unggah Berkas » Pilih Berkas dan arahkan ke gambar yang ingin dijadikan featured image.

Menu-Menu pada Admin WordPress

Lengkapi Teks Alt dan Deskripsi sesuai dengan judul artikel agar gambar teroptimasi secara SEO. Selanjutnya klik Tetapkan gambar unggulan (Set featured image).

Jika sudah melengkapi seluruh isian di atas, klik Terbitkan (Publish) untuk menerbitkan artikel.

c. Media

Media merupakan galeri dari seluruh gambar yang sudah kamu unggah.

Menu-Menu pada Admin WordPress

Untuk Media, saya jarang menggunakannya karena gambar langsung saya upload melalui tombol Tambahkan Media pada saat menulis artikel.

d. Laman (Pages)

Laman atau Pages sedikit berbeda dengan Post. 

Page digunakan untuk membuat halaman yang sifatnya tetap. Halaman-halaman dalam bentuk page tidak diurutkan berdasarkan tanggal. Urutannya bisa sesuai keinginan pengguna dengan memberikan nomor kepada masing-masing Laman.

Menu-Menu pada Admin WordPress

Page juga tidak disertakan di halaman arsip dan RSS seperti post dan tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori dan tag.

Sebaliknya, kamu bisa membuat sub-sub page, misalnya page bernama Smartphone bisa dibuatkan sub page bernama Android, iOS dan Windows Phone.

Contoh halaman berbentuk Page yang paling sering dibuat adalah halaman Tentang Saya atau Privacy Policy.

Untuk membuat Laman (Pages) baru, pilih menu Laman » Tambah Baru.

Menu-Menu pada Admin WordPress

e. Komentar (Comments)

Menu komentar (Comments) berisi daftar komentar pada blog.

Menu-Menu pada Admin WordPress

Melalui menu ini, kamu bisa memoderasi komentar apakah disetujui atau tidak, kemudian membalas setiap komentar yang masuk. Selain itu, kamu juga bisa memantau komentar yang berbau Spam yang nantinya akan dihapus atau malah disetujui.

f. Tampilan (Appearance)

Pada menu Tampilan, terdapat beberapa submenu seperti :

  • Tema;
  • Sesuaikan;
  • Widget;
  • Menu;
  • Kepala Laman;
  • Latar Belakang;
  • Edit CSS;
  • Instal Plugin; dan
  • Editor.

f.1 Tema (Themes).

Submenu ini berfungsi untuk mengupload dan mengganti tema.

f.2. Sesuaikan (Customize).

Submenu ini berguna untuk mengoprek tema sesuai kebutuhanmu.

Menu-Menu pada Admin WordPress
  • Identitas Situs » berisi informasi judul blog dan deskripsi singkat blog. Isi sesuai keinginanmu;
  • Warna » pengaturan warna teks dan warna background. Tergantung dari tema blog yang digunakan;
  • Gambar Tajuk » merupakan gambar untuk logo dari blog;
  • Gambar Latar Belakang » mengganti gambar latar atau background dari blog;
  • Menu » menambah dan mengkustomasi menu;
  • Widget » menambah widget;
  • Laman Depan Statis » Pengaturan halaman depan blog apakah statis atau dinamis;
  • Theme Options » Opsi dari tema;
  • CSS Tambahan » menambah kode CSS kamu sendiri untuk merubah tampilan blog.

Menu-menu di atas bisa berbeda tergantung dari tema blog yang kamu gunakan.

g. Plugin (Plugins)

Menu ini berguna untuk menambah, menghapus dan melakukan pengaturan untuk plugin.

h. Pengguna (Users)

Menu ini berguna untuk menambah, menghapus dan mengelola pengguna (users).

Pada menu Users terdapat pengaturan untuk menghilangkan Admin toolbar.

Admin toolbar adalah bar dibagian atas ketika sedang login sebagai Admin. Di halaman Dashboard memang toolbar cukup membantu, tapi kalau munculnya di postingan blog, jadi mengganggu keindahan template blog.

Pengennya sih dihilangkan saja. Apa bisa?

  1. Login ke Dasboard;
  2. Selanjutnya menu Users » Your Profile;
  3. Pada bagian “Toolbar”, hilangkan centang “Show Toolbar when viewing site“;
    Cara Menghilangkan Admin Toolbar Di WordPress
  4. Kalau sudah, klik Update Profile untuk menyimpan perubahan.

i. Perkakas (Tools)

Menu perkakas berguna untuk mengekspor atau mengimpor blog kamu ke tempat lain sesuai kebutuhan.

j. Pengaturan (Settings)

Menu pengaturan merupakan menu yang sangat penting untuk dipahami. Pada menu ini kamu bisa melakukan pengaturan blog seperti :

  • Judul blog;
  • Tagline;
  • Alamat blog atau nama domain;
  • Bahasa;
  • Zona waktu;
  • Jumlah pos yang muncul pada halaman beranda; dan
  • Masih banyak lagi.

Untuk pengaturan awal, sudah saya sampaikan pada tutorial di atas tadi.

Setelah memahami menu-menu yang tersedia pada admin WordPress, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan blog ke Google Search Console.

5. Submit ke Google Search Console

Setelah memposting beberapa artikel, langkah selanjutnya daftarkan blog ke Google Search Console agar artikel bisa terindeks dengan baik.

Google Search Console juga membantu para blogger untuk mengoptimasi blog agar mempunyai struktur yang sesuai dengan aturan-aturan yang direkomendasi oleh Google.

Sebelum menggunakan, daftar terlebih dahulu menggunakan akun Google yang kamu miliki.

  1. Login ke https://www.google.com/webmasters/tools/home?hl=in,
  2. Ketik nama domain blog lengkap dengan http/https, kemudian TAMBAHKAN PROPERTY;
    Mendaftarkan Ke Google Search Console
  3. Selanjutnya lakukan verifikasi untuk memastikan bahwa benar kamu adalah pemilik blog tersebut;
    Mendaftarkan Ke Google Search Console
  4. Klik Unduh file verifikasi HTML ini, kamu akan mendapatkan sebuah file berekstensi .html yang harus diletakkan pada root direktori /public_html pada hosting;
  5. Login ke cPanelupload file tersebut pada direktori /public_html;
    Mendaftarkan Ke Google Search Console

Bagi pengguna yang menggunakan plugin Yoast SEO, sebenarnya ada cara mudah untuk meletakkan kode verifikasi ini, yaitu :

  1. Masuk ke SEO » Dashboard;
  2. Kemudian masuk ke tab Webmaster tools;
  3. Letakkan kode pada <meta name=”google-site-verification” content=”yeqGdExfjiW8d4TZn7HTaDW9uyUjxxxxxxxxxs” /> pada Google Search Console-nya Yoast SEO, kemudian Save Changes.
    Mendaftarkan Ke Google Search Console
  4. Setelah langkah di atas selesai, kembali ke halaman Google Search Console, klik Saya bukan robot dan VERIFIKASI.
    Mendaftarkan Ke Google Search Console

Setelah melakukan verifikasi, lanjutkan ke langkah-langkah berikutnya.

Catatan :

Daftarkan blog kamu ke Google Search Console untuk versi yang tanpa WWW dan menggunakan WWW. Hal ini bertujuan agar blog kamu dianggap tidak duplicate content antara yang menggunakan WWW dan tanpa WWW oleh Search Engine.

Seperti contoh di bawah ini :

Mendaftarkan Ke Google Search Console

Jika ingin tampilan pada Google Search Engine menggunakan WWW, klik nama blog dengan WWW kemudian klik pada icon gear pojok kanan atas, pilih Setelan Situs.

Mendaftarkan Ke Google Search Console

Buat pengaturan seperti gambar di bawah ini..

Mendaftarkan Ke Google Search Console

Sampai tahap ini pendaftaran blog ke Google Search Console selesai.

Untuk mengenal lebih jauh mengenal fungsi-fungsi Google Search Console, baca artikel ini.

Nah sekarang sudah tahu kan bagaimana cara membuat blog dengan CMS terbaik di dunia saat ini. Jika ada yang kurang jelas bisa didiskusikan pada kolom komentar..

Demikian Cara Membuat Blog dengan WordPress.org [Hosting Sendiri].

Semoga bermanfaat.. !

niagahoster

#1 HOSTING TERBAIK INDONESIA

Diskon 40% + Domain dan SSL Gratis

Type: Shared Hosting
Upgrade: Cloud VPS
Layanan Support: 8/10
Rata-rata Uptime: 99,97%
Rata2 Page Load Time: 1,416 ms

Pilihan terbaik untuk website/blog WordPress

*Garansi 30 hari uang kembali

Host dengan Niagahoster


Langit

Pecandu IT, pencinta seni fotografi dan penikmat kopi.. :)

2 Comments
  1. Lengkap sekali dan cukup menarik gan tutorialnya, jadi ingin mencoba ngeblog pakai WordPress, soalnya saya belum pernah mencoba WP, apalagi yang pakai hosting sendiri, btw terima kasih sudah berbagi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.