Cara Menggunakan Cloudflare, Keuntungan serta Kerugian

Cara Menggunakan Cloudflare, Keuntungan serta Kerugian | tirailangit.com – Hari ini saya dikejutkan dengan sebuah email dari Niagahoster yang memberitahukan bahwa akun hosting personal saya telah di-suspend dengan alasan High Traffic.

Saya dihimbau untuk menggunakan Cloudfare dan mengganti nameserver bawaan menjadi nameserver milik Cloudfare.

Email Suspend dari Niagahoster
Email Suspend dari Niagahoster

Selain disebabkan tingginya jumlah pengunjung di blog, High traffic juga bisa disebabkan oleh malware ataupun bot yang ada.

Dengan meningkatnya trafik ke blog, membuat resource hosting yang kita gunakan juga ikut meningkat sementara penggunaan resource pada shared hosting sifatnya terbatas sesuai ketentuan yang diberikan oleh pihak penyedia jasa hosting.

Penggunaan resource seperti RAM dan Processor yang tinggi bisa mengakibatkan server yang tidak stabil.

Untuk Overload RAM/Memory sendiri sebenarnya bisa disebabkan banyak faktor, diantaranya :

  • Script yang digunakan mengalami gangguan sehingga tersangkut di memori server dalam jangka panjang;
  • Script atau plugin yang digunakan menggunakan memori server dalam jumlah besar setiap kali dijalankan;
  • Script atau plugin yang digunakan terlalu banyak atau tidak menghapus yang tidak terpakai;
  • Proses script atau php selalu aktif setiap saat di server sehingga menyita memori server sepanjang waktu;
  • Menggunakan cronjob secara berlebihan, misalkan per detik.

Jika kamu pernah mengalami hal yang serupa dan merasa sudah mengoptimasi blog, ada 2 cara untuk mengatasinya, yaitu :

  1. Meng-upgrade hosting ke paket yang lebih tinggi;
  2. Menggunakan Cloudflare.

Untuk pilihan pertama, tentu kamu akan dikenakan biaya tambahan sesuai selisih harga paket sebelum dan setelah upgrade.

Nah, jika kamu belum berencana untuk meng-upgrade paket hosting, manfaatkan Cloudflare.

Apa itu Cloudflare?

Cloudflare adalah content delivery network atau biasa dikenal dengan CDN yang berada di antara server dimana sebuah website atau domain dihostingkan dengan pengunjung yang mengakses website atau domain tersebut.

Agar lebih paham, contohnya blog saya menggunakan Cloudflare yang dihostingkan ke server Niagahoster dengan IP 182.168.x.x, maka ketika pengunjung mengakses blog saya, pengunjung akan diarahkan ke Cloudflare.

Selanjutnya Cloudflare akan mengecek apakah blog saya ada di layanan Cloudflare..

Jika ada, maka Cloudflare akan mengambil konten dari blog saya di server IP 182.168.x.x dan menampilkannya ke pengunjung blog.

Jika tidak ada, maka akan ditampilkan halaman error mereka.


Cara Menggunakan Cloudflare

  1. Buka https://www.cloudflare.com/;
  2. Jika belum memiliki akun di Cloudflare, klik Sign Up untuk registrasi. Jika sudah memiliki akun, silahkan Login;
    Cara Menggunakan Cloudflare
  3. Setelah selesai registrasi, silahkan login;
  4. Kemudian pilih Add Site;
    Cara Menggunakan Cloudflare
  5. Selanjutnya, ketikkan nama domain blog yang ingin ditambahkan ke Cloudflare;
    Cara Menggunakan Cloudflare
  6. Jika ingin memasukkan beberapa blog sekaligus, pisahkan setiap domain dengan tanda “,” (koma);
  7. Jika sudah, klik Begin Scan;
  8. Tunggu proses scanning beberapa saat;
    Cara Menggunakan Cloudflare
  9. Jika sudah selesai, klik Continue Setup.

Selanjutnya akan ditampilkan daftar DNS record yang ada pada domain kamu termasuk subdomainnya (jika ada), seperti berikut ini..

Cara Menggunakan Cloudflare
  • Logo awan berwarna abu-abu : tidak menggunakan Cloudflare. Contohnya seperti cPanel, langsung mengakses ke server dimana kamu menyewa jasa hosting.;
  • Logo awan berwarna oranye : menggunakan Cloudflare. Contohnya saat mengakses alamat domain kamu;
  • MX record : tidak akan pernah bisa diarahkan ke Cloudflare sehingga tidak ada logo apa-apa.

Kamu tetap bisa mengaktifkan atau menonaktifkan subdomain ke Cloudflare dengan mengklik logo awan.

Pada kasus salah satu blog saya, DNS record tidak ter-scan dengan baik, sehingga tidak muncul daftar DNS record apapun.

Jika terjadi seperti ini, tambahkan secara manual daftar DNS record dengan cara merekam record DNS sesuai pengaturan dari hosting yang kamu gunakan..

Cara Menggunakan Cloudflare

Untuk pengisiannya, sesuaikan dengan gambar di atas. Perbedaannya hanya pada IPv4 address dan nama domain, sesuaikan dengan punya kamu.

Setelah selesai mengisi Type, Name, IPv4 address, klik Add Record untuk menyimpan.

Langkah Memilih Cloudflare Plan

  1. Pilih yang Free Website;
  2. Selanjutnya Continue;
    daftar DNS record yang ada pada domain di cloudfare
  3. Jika sudah, akan muncul daftar nameserver dari Cloudflare;
    nameserver cloudflare
  4. Klik Continue.

Selanjutnya ganti nameserver bawaan hosting ke nameserver dari Cloudflare.

Cara Mengganti Nameserver ke Cloudflare

  1. Login ke member area dimana kamu menyewa jasa hosting. Contohnya saya menggunakan jasa Niagahoster, masuk ke Hosting & Domain pada Panel Niagahoster,
  2. Pada tab Domain, klik Kelola pada nama domain kamu, kemudian masuk ke Name Server;
    update nameserver ke cloudflare
  3. Ganti Nameserver 1 dan Nameserver 2 sesuai dengan Nameserver yang diberikan oleh Cloudflare, kemudian Update.

Jika kurang paham untuk meng-update nameserver, sebaiknya hubungi layanan penyedia atau tempat dimana kamu membeli domain untuk membantu mengubahnya.

Sampai tahap ini proses mengganti nameserver bawaan ke nameserver Cloudflare selesai.

Langkah selanjutnya adalah menunggu maksimal 24 jam (umumnya hanya butuh beberapa menit) agar domain mengarah ke Cloudflare.

Status update nameserver ke Cloudflare masih pending..
Cara Menggunakan Cloudflare
Status update nameserver ke Cloudflare sudah aktif..

Secara default, Cloudflare akan menggunakan CDN Only dan mengatur keamanan ke Medium.

Kamu dapat mengatur atau mengubahnya kapan saja melalui member area di Cloudflare.

Cara Menggunakan Cloudflare

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Cloudflare

Sebelum membahas kerugian menggunakan Cloudflare, sebaiknya kita bahas keuntungannya terlebih dahulu.

Keuntungan Menggunakan Cloudflare

1. Gratis

Layanan yang diberikan Cloudflare adalah gratis. Meskipun ada fitur premiumnya, tapi dengan memilih versi gratisnya sudah cukup mumpuni seperti CDN, dimana CDN sendiri adalah fitur berbayar di layanan lain.

2. Bisa Menggunakan Banyak Domain

Dengan hanya menggunakan satu akun, kamu bisa memasukkan banyak domain sekaligus.

3. Mampu Menyaring Malware dan Virus secara Otomatis

Salah satu kemampuan Cloudflare adalah fitur untuk menyaring trafik pada blog sehingga trafik yang dicurigai sebagai malware dan virus akan terhenti secara otomatis.

4. Memberikan Notifikasi Bahwa Blog telah Di-hack

Pada saat blog di-hack, Cloudflare akan memberikan pesan “This site ahead contains harmful program”.

Pesan ini muncul akibat Google yang mengganggap blog kamu terindikasi menyebarkan malware, spam, virus atau sedang di-hack.

Dengan mengaktifkan Cloudflare, masalah tersebut secara otomatis terselesaikan meski kamu tetap perlu membersihkan blog dari malware dan virus tersebut.

5. Menyembunyikan IP Blog atau Hosting

Cloudflare akan bertindak sebagai penghubung antara pengunjung blog dengan server dimana blog tersebut berada.

Hal ini memberikan keuntungan karena hacker atau pengunjung tidak akan mengetahui dimana blog berada atau di hosting-kan.

6. Perubahan DNS atau Pointing yang Cepat

Dengan Cloudflare, perubahan DNS atau pointing sangat cepat. Berdasarkan pengalaman saya, perubahan hanya membutuhkan hitungan menit saja untuk mengarahkan domain ke server atau hosting lainnya.

Hal ini berguna saat kamu melakukan migrasi dari layanan hosting lama ke tempat baru sehingga tidak terjadi downtime.

Hal ini menjadi mungkin karena kamu cukup mengganti IP pointing-nya saja ke IP hosting yang baru maka domain akan langsung mengarah ke hosting yang baru dalam hitungan menit.

7. Lebih Hemat Bandwith dan Resource

Cloudflare melalukan caching sebagian atau keseluruhan dari blog sehingga bisa mengurangi beban hosting atau server yang digunakan terutama dalam penggunaan resource dan bandwith.

Dengan caching, Cloudflare juga tetap menampilkan halaman blog meski server atau hosting sedang down dengan menampilkan cache yang telah dibuat oleh Cloudflare sehingga blog akan selalu up meski hanya dengan menampilkan cache (jika sudah di cache oleh Cloudflare).

8. Proteksi SPAM

Dengan menggunakan Cloudflare, blog akan terproteksi oleh Proteksi SPAM dari Cloudflare secara otomatis. Hal ini juga akan berguna untuk menghemat resource termasuk bandwidth hosting karena semua traffic telah di-filter oleh Cloudflare.

9. Proteksi DDOS dan DOS

DDOS adalah serangan dengan mengirimkan permintaan paket dalam jumlah yang sangat besar agar hosting atau blog menjadi down.

Jika hal tersebut terjadi, maka kamu dapat memproteksinya dengan mengaktifkan fitur ini dan Cloudflare akan melindungi blog dari serangan DDOS.

10. Gratis SSL

SSL telah menjadi bagian terpenting dalam SEO sehingga hampir semua layanan hosting telah memberikannya secara gratis.

Kamu juga dapat mendapatkan SSL secara gratis melalui Cloudflare.

11. Support HTTP2

Blog akan mendukung http2 secara otomatis meski layanan hosting kamu belum mendukungnya. Dengan http2, kamu akan mendapatkan keuntungan dari sisi SEO.

Kerugian dan Kelemahan Menggunakan Cloudflare

1. Sering Terjadi Kesalahan Proteksi

Menurut blog idsysadmin.com, pada saat mereka menggunakan Cloudflare, banyak terjadi kesalahan proteksi dari Cloudflare sehingga banyak pengunjung blog yang terblokir saat mengakses blog dan harus memasukkan captcha untuk mengakses blog.

Cara Menggunakan Cloudflare

Bahkan tak jarang blog idsysadmin sendiri terblokir oleh Cloudflare saat akan mengakses atau meng-update konten.

Hal ini tentunya tidak bagus karena tak jarang calon pengunjung pergi atau menekan tombol kembali karena mengira blog lagi down atau malas memasukkan captcha.

2. Website Down Meski Hosting Up

Karena cloudflare berada di antara pengunjung dan hosting atau server, maka blog bakal down ketika Cloudflare sedang down meski hosting kamu sebenarnya dalam kondisi up.

Hal ini juga akan berlaku ketika hosting atau server kamu dengan tidak sengaja atau dengan alasan lainnya memblokir IP Cloudflare yang secara otomatis Cloudflare tidak dapat mengakses blog kamu sehingga akan dianggap down dan hanya menampilkan cache (jika ada).

3. Website Terkadang Menjadi Lambat

Hal ini sering terjadi khusunya untuk layanan hosting Indonesia yang menawarkan bandwidth internasional yang sangat kecil karena cloudflare belum menyediakan CDN di Indonesia maka secara otomatis diperlukan bandwidth internasional agar hosting atau server terhubung ke Cloudflare.

Jika terjadi masalah koneksi karena bandwidth maka blog malah menjadi lambat saat diakses.

Secara keseluruhan memang menggunakan Cloudflare sangat bagus, namun ada kasus-kasus tertentu seperti kekurangan di atas yang membuat sebagian blogger enggan menggunakan layanan Cloudflare ini.

Saya sendiri masih satu minggu menggunakan Cloudflare, sampai saat ini belum menemukan kendala apapun. Jika ada, akan saya update artikel ini.

Demikian Cara Menggunakan Cloudflare, Keuntungan Serta Kerugian.

Semoga bermanfaat..

Update

Akhirnya saya memilih meningkatkan paket hosting dan kembali melakukan pointing langsung ke Niagahoster dan meninggalkan Cloudflare.

Alasannya karena beberapa kali gambar di artikel terasa susah loading kemudian blog terasa lebih lambat. Selain itu, susah untuk menambahkan add-on domain ataupun sub domain karena harus mendaftarkannya lagi ke Cloudflare. Kalau tidak didaftarkan dulu, muncul error DNS server not found.

Langit

Pecandu IT, pencinta seni fotografi dan penikmat kopi.. :)

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.