Lupakah Siapa Kamu yang Sebenarnya?

Seketika saya tersentak, sendi-sendi terasa ngilu, jantung serasa berhenti berdetak, ketika mata saya tertuju pada sebuah tulisan di sebuah Masjid saat hendak sholat Magrib.

Wahai manusia, lupakah bahwa kau diciptakan dari setetes air yang HINA?

Mengapa kau menyombongkan diri? Mengapa kamu membuat kerusakan? Untuk apa kamu berada di dunia ini?

Butakah matamu?

Kau pikir dirimu dan alam ini ada begitu saja tanpa diciptakan?

Kau diberi pendengaran, penglihatan dan hati, untuk memahami ayat-ayat Allah. Kau pikir semua hal yang kau lakukan tidak akan dimintai pertanggungjawaban?

Kenapa kau BERPURA-PURA LUPA?

Kenapa kau membohongi diri sendiri? Bahwa sebentar lagi, tulang belulang dan dagingmu membusuk digerogoti cacing, lintah dan belatung, dipendam sendirian dalam liang kubur tertutup tanah hitam pekat nan dingin, gelap mencekam…

Kau akan berjumpa, saat semua mata terbelalak pada suatu hari yang amat dahsyat… saat matahari didekatkan ke kepalamu.

Saat itu, manusia LARI dari saudaranya, dari ibu bapaknya, dari istri dan anaknya..

Orang berdosa ingin kalau sekiranya dapat menebus dirinya dari azab hari itu dengan anak-anaknya, istrinya, saudaranya, kaum familinya, dan seluruh orang-orang di atas bumi seluruhnya. [1]

.. dan tidak diterima tebusan walau engkau menebus dengan emas sepenuh bumi. [2]

Di sana dilahirkan apa yang tersembunyi dalam hatimu … [3]. Apa kau bersedekah karena ingin terlihat sebagai dermawan, mulia di mata manusia?

Lupakah kau akan dipaksa melintasi shirat yang dibentangkan di atas JAHANAM? Yang ditepinya penuh kait besi raksasa tajam membara.

Dan (alangkah ngerinya), jika kau melihat orang berdosa itu menundukkan kepalanya dihadapan Tuhan-nya, (dan berkata) : Ya Tuhan kami, kami telah melihat & mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.

(QS. As Sajadah ayat 12)

Lupakah kau akan NERAKA JAHANAM?

… yang menggeram dan meraung murka.

Di hari itu, ketika ditampakkan JAHANAM, maka seketika ingatlah manusia…

.. tapi, mengingat itu tak berguna lagi. [4]

Yang paling membuat saya gemetar dan ingin menangis, pada hari itu, seandainya bisa, kita akan menebus diri kita dari azab dengan anak-anak kita, istri kita, sanak famili kita..

Subhanallah.. Betapa dahsyatnya hari itu…

“Ya Allah jadikan kami orang-orang yang mencintai iman, dan jadikanlah iman itu hiasan dalam hati kami, dan jadikan kami orang-orang yang benci pada kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan, serta jadikanlah kami orang-orang yang memperoleh petunjuk di atas jalan yang benar.” (HR Tirmidzi).

Tanpa sadar, iqomah telah selesai dikumandangkan, saya pun segera bersiap untuk sholat..


1. QS. Abasa ↗ 34 s.d. 37 & Al-Ma’arij ↗ 11 s.d. 14. Qur’an Kemenag. Retrieved 1 September 2020.
2. QS. Ali-‘Imran ↗ 91. Qur’an Kemenag. Retrieved 1 September 2020.
3. QS. Al-‘Adiyat ↗ 10. Qur’an Kemenag. Retrieved 1 September 2020.
4. QS. Al-Fajr ↗ 23. Qur’an Kemenag. Retrieved 1 September 2020.

Langit

Pecandu IT, pencinta seni fotografi dan penikmat kopi.. :)

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.